
28 Oktober 2010Awal fajar di Kalasan
Don't mind the men behind the curtain .
There is something behind the throne greater than the king himself ( Sir William Pitt )
Sudah baca dua kalimat di atas? Semalam saya berpikir tiada henti tentang dua kalimat tersebut. Saya yakin anda memahaminya. Dua kalimat itu saya peroleh setelah melihat film dokumenter yang saya ambil dari komputer LSiS ( Lingkar Studi Sains ), kelompok studi Fakultas MIPA UGM, berjudul History Revealed. Awalnya saya tidak tertarik melihat film tersebut karena dari judulnya sepertinya agak membosankan. Namun suatu ketika virus iseng melanda pikiran saya sehingga tergeraklah untuk ber-ta'aruf dengan film tersebut. Hasilnya, hampir dua jam mata saya tidak berpaling dari flm itu dan memutuskan untuk mengambilnya untuk di-save di rumah.
Secara garis besar, si pembuat film yang konon kata kakak tingkat saya merupakan seorang atheis mengungkap suatu konspirasi terbesar sekaligus terlicik yang pernah ada dalam sejarah peradaban manusia. Tujuannya tentu saja untuk menyebarluaskan kemaksiatan di muka bumi untuk memenuhi hawa nafsu yang memang ada dalam setiap insan. Intinya, kemaksiatan yang kita lihat dan saksikan hampir setiap hari merupakan kejahatan yang luar biasa tersistematis. Saya sendiri dapat membaca kesungguhan dan totalitas perjuangan para penggagas kejahatan tersebut.
Spesifiknya, film ini membagi tiga bagian konspirasi. Pertama ialah mengungkap kebohongan serta kepalsuan sosok Jesus Christ dan ajaran Kristen yang tidak lebih hanya turunan dari ajaran paganisme yang sudah ada sejak berabad-abad yang lalu. Kedua mengenai rekayasa peristiwa 9/11 yang menjadi motor untuk melancarkan gerakan melawan terorisme global. Sesuatu yang mengejutkan ialah peristiwa ini ternyata telah direncanakan oleh pemerintah Amerika Serikat yang lebih dikhususkan lagi kepada George W Bush dan kawan-kawannya. Pada bagian kedua ini, si pembuat film mengajak kita untuk berpikir dan melihat berbagai kejanggalan di balik peristiwa paling mengerikan pada abad ke-21 ini. Pada bagian ketiga, yang merupakan bagian terakhir, bercerita tentang rahasia di balik pendirian Bank Sentral di Amerika atau yang biasa disebut The Federal Reserve Bank yang sebenarnya pendiriannya pun bertentangan dengan konstitusi yang berlaku di Amerika Serikat kala itu. Mengapa ini bisa terjadi? Secara singkat uang dan kekuasaan seorang pengusaha besar seperti Rockfeller, J.P. Morgan, dan Rotschild bermain di sini ( perlu dicermati juga bahwa ketiga orang ini memliki suatu persamaan : ketiganya masih keturunan yahudi ). Sekaligus hal ini berkaitan dengan dengan dua kalimat yang mengawali tulisan ini.
Ada sesuatu yang ingin saya sorot secara spesifik, yaitu kejanggalan pendirian The Federal Reserve Bank. Bisa dibilang bank ini merupakan bagian dari rencana besar para zionis internasional untuk mengembalikan kekuasaan mereka yang telah dihancurkan oleh kaum muslim selama berabad-abad. Salah satu untuk mengembalikan kekuasaan itu tentu saja mengembalikan sistem yang sudah lama mereka pegang dan yakini sekaligus diterapkan. Pada bidang ekonomi khususnya, sistem yang dianut oleh kaum yahudi ialah riba. Ya, sistem ini yang melandasi para pendiri The Federal Reserve Bank yang terdiri dari para bankir internasional untuk menancapkan kekuasaan secara mutlak di planet ini, termasuk di Indonesia. Tidak bisa disangkal bahwa ekonomi merupakan titik paling strategis sekaligus rawan dalam sebuah sistem karena melalui bidang inilah, suatu sistem yang sudah berdiri sejak lama dapat dipertahankan secara kuat atau sebaliknya, dijatuhkan dengan telak. Keadaan ini seperti yang pernah diungkapkan oleh salah satu presiden Amerika Serikat, Franklin Delano Rosevelt : The real truth of the matter is that a financial element in the large centers has owned the government since the days of Andrew Jackson.
Sistem riba ini, yang digambarkan dalam History Revealed yang membuat masyarakat Amerika dan dunia pada umumnya hingga saat ini harus terperangkap dalam hutang yang terus-menerus bertambah. Kalau sudah namanya hutang, maka hal tersebut yang akan membuat seseorang tidak jauh beda dari seorang budak. Ya, budak dari segelintir orang yang buta dengan kebenaran. Sehingga kalau dicermati lagi, Amerika Serikat bukanlah negara super power seperti yang ditampilkan pada kita, namun sebenarnya, negara ini sudah terpuruk sejak awal berdirinya negara Amerika Serikat sendiri. Tetapi yang lebih menyedihkan, banyak rakyat Amerika yang tidak sadar bahwa kehidupan mereka sebenarnya sedang dikendalikan oleh segelintir orang yang bertujuan menjadikan rakyat negara ini tidak lebih dari seorang hamba sahaya. Sekali lagi, mereka ditipu dan secara tidak sadar telah termanipulasi di dalam rumah mereka sendiri.
Melihat film ini semalam semakin membuat saya paham mengapa Islam mengharamkan riba. Karena riba akan membuat seorang manusia yang notabene merupakan seorang khalifah di muka bumi justru kehilangan izzah-nya sebagai seorang manusia. Juga, film semakin membuat saya yakin akan penting, mendesaknya, dan urgensi dari adanya dakwah. Karena sampai saat ini pun, kejahatan yang merupakan warisan masa lalu masih terus menjalar di setiap lini kehidupan. Tahukah, pada bagian ketiga dari film ini, disebutkan bahwa tujuan final dari kemaksiatan ini ialah menundukkan seluruh masyarakat di dunia untuk patuh pada satu sistem kekuasaan yang terpusat namun kekuasaan tersebut ialah kekuasaan yang dzalim. Dari prediksi yang saya lakukan terhadap hal ini, pusat dari sistem itu sebenarnya bukan terletak di Amerika, namun di negara kecil tetapi ilegal dan selama berpuluh-puluh tahun melakukan kejahatan terbesar sepanjang sejarah manusia dan memakan korban paling banyak sebagai cara negara ini bertahan hidup. Kalian benar, negara itu tidak lain dan tidak bukan ialah Israel. Negara yahudi yang sudah beratus-ratus tahun merencenakan kejahatan ini yang termaktub dengan jelas dalam Protocol of Zion.
Ada sesuatu yang menarik untuk diamati pada bagian ini, yaitu mengenai peristiwa perang. Perang Dunia I dan II, Perang Vietnam, Perang Irak dan Afghanistan. Semua ini sebenarnya bermuara pada satu pihak yang merencenakan semua ini, tentu pihak ini, kembali, ialah dinasti keluarga Rockfeller dan orang-orang sejenisnya. Saya akan mengambil sebagian saja mengenai hal ini pada tulisan ini, yaitu mengenai Perang Dunia II. Seperti yang sudah diketahui oleh khalayak umum bahwa perang ini terjadi akibat agresi besar-besaran di Eropa oleh Nazi yang dipimpin oleh Ardolf Hitler dan sejarah menampilkan seolah-olah, Amerika Serikat dan negara-negara baratlah yang menentang dan melawan Nazi. Namun ada satu fakta yang terabaikan atau lebih tepatnya sengaja terlupakan dan disembunyikan. Kekuatan Nazi yang salah satunya merupakan pesawat tempur dan tank, bahan bakar yang dimiliki Nazi sebenarnya diperoleh dari transaksi jual beli dengan Standard Oil Company yang ternyata merupakan perusahaan minyak milik keluarga Rockfeller. Tentu semua orang tahu bahwa hal yang membuat Nazi begitu dikecam ialah kejahatan di kamp kosentrasi yang membunuh jutaan kaum yahudi di Eropa, tetapi tahukah bahwa kejahatan inipun melibatkan perusahaan yang saya sebutkan tadi dan bukankah Rockfeller sendiri masih keturunan yahudi? Tahukah bahwa dengan kejadian ini, negara Israel akhirnya dapat terbentuk dengan legitimasi yang kokoh dan setiap tahunnya negara ini menerima donasi jutaan dolar dari negara-negara barat sebagai bantuan dukacita atas kejahatan Nazi yang menimpa masyarakat Yahudi Eropa. Silahkan dipikirkan sendiri. Mungkin kita perlu merenungkan apa yang dikatakan oleh Benjamin Dislaeli berikut : The world is governed by very different personages from what is imagined by those who are not behind the scenes.
Realita ini seharusnya membangkitkan ghirah semua kaum muslim untuk terus melancarkan dakwah demi tegaknya suatu kekuasaan yang juga terpusat, Khilafah Islamiyah, tetapi sifatnya ialah rahmatan lil alamin karena memang itulah fitrah yang tertanam pada ajaran Islam. Kekuasaan yang ingin kita wujudkan merupakan kekuasaan yang berlandaskan ketakwaan kepada Allah, menjadikan Islam sebagai ustadziyatul alam sehingga nantinya dapat mewujudkan kesejahteraan untuk seluruh umat manusia. Perdaban yang bermartabat, itulah sifat dari mimpi seluruh umat Islam. Untuk memperolehnya, dibutuhkan para kader aktivis dakwah yang tangguh, cerdas, mampu membaca dan menganalisa the hidden connection dari tingkat lokal hingga internasional, dan tentu saja perencanaan yang strategis. Kita tentu tidak ingin kalah dari para pelopor kemaksiatan yang telah dijelaskan sebelumnya, dimana mereka sangatlah visioner serta mampu merencanakan kejahatan ini dengan detail untuk jangka waktu berabad-abad. Peradaban yang kita cita-citakan merupakan peradaban yang nantinya dapat mengantarkan kita dan semua kaum muslim menuju maghfirah-Nya. Insya Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar